HAI Short Movie!

HAI Short movie

hai hai hai…..

Di postingan kali ini aku mau memberikan sebuah sinopsis short movie hasil karya temen aku yang kece badaaiii.. Judulnya “HAI Short Movie.

Ceritanya, temen aku ini sedang mengikuti sebuah kontes dan harus mengumpulkan “LIKE” untuk video dia sebanyak-banyaknya. So, aku harap kalian bisa bantu untuk like video dia ya.. deadline untuk pengumpulan like sampai tanggal 21 Mei nanti.

Oke, back to the review…

Cerita pendek ini mengisahkan seorang perempuan yang mempertanyakan apakah cinta pada pandangan pertama itu ada atau tidak. Dia dihadapkan oleh situasi dimana ada seorang pria yang membuat dia mengalami cinta pada pandangan pertama.

Tapi perempuan ini malu banget untuk bilang “HAI” duluan ke pria itu. Sampai akhirnya selama beberapa hari dia gak liat pria itu lagi di tempat biasa dia duduk.

Apakah beneran pria itu ilang dan mereka gak ketemu lagi?

Eiitttsss penasaran kan??? Makanya langsung aja tonton videonya dibawah ini dan jangan lupa untuk kasih “LIKE” ya girls…karena like dari kalian sangat berharga sekali šŸ˜‰

Advertisements

Mata Najwa On Stage at Alun-alun Purwokerto

matanajwa3

Eiyooo beefriends…

Ketemu lagi sama aku yang kece badai ini wkwk… Kali ini aku akan berbagi pengalaman aku pada saat menghadiri salah satu acara besar di Purwokerto yaitu Mata Najwa On Stage. Acara ini sangat dinantikan banyak masyarakat Purwokerto, apalagi tuan rumah Mata Najwa, yakni Najwa Shihab yang juga merupakan salah satu idola.

Pendaftaran untuk mendapatkan tiket ini gratis alias gak bayar dan harus melalui website. Pendaftarannya sendiri sudah dibuka dari jauh-jauh hari sekitar 2 minggu sebelum acara berlangsung. Beruntungnya aku bisa mendapatkan tiket tersebut pada tanggal 11 Mei. Tiket yang kita dapat pada saat pendaftaran online itu berupa dokumen dalam bentuk pdf yang nantinya harus kita print dan kita bawa pada saat registrasi ulang.

Untuk pembukaan registrasi ulangnya sendiri dibuka tanggal 12-13 Mei dari jam 09.00-18.00 WIB di boot Mata Najwa yang ada di alun-alun Purwokerto. Serunya acara Mata Najwa… kita bisa foto-foto di beberapa titik yang sudah disediakan oleh Metro TV. Seperti kita bisa foto di stage dengan backgound tulisan metro tv dan mata najwa yang posisinya di depan pintu masuk alun-alun, samping boot registrasi ulang dan juga disamping boot Kopi Kapal Api.

Selain itu, pada titik yang ada didepan pintu masuk disediakan mic metro tv dan papan berbentuk layar tv. Jadi disana seakan-akan kita bisa menjadi seorang wartawan yang sedang bertugas di tempat kejadian. Sedangkan diĀ samping boot registrasi kita bisa berfoto layaknya seperti pembawa berita di metro tv.

Disana akuĀ cuma bisa berfoto di dua titik yakni yang ada di depan pintu masuk dan di samping boot registrasi. Rasanya kayak orang metro tv beneran loh wkwk…

Oke… lanjut ke acara. Mata Najwa itu open gate nya mulai jam 16.30 WIB dan orang yang masuk tentu aja berdesakan. Aku sendiri setelah masuk ke lokasi acara mengambil posisi di tengah-tengah lapangan dan gak terlalu jauh dari panggung.

Acara Mata Najwa dibuka dengan 2 orang host kece badai yang memandu acara tersebut sebelum masuk ke acara inti. Lalu ada tarian ucapan selamat datang yang dibawakan dengan sangat apik sekali. Ada juga pembagian doorprize yang dipandu oleh host-host. Yang paling menarik adalah hadirnya 3 komika yang menghibur para penonton dalam stand up comedy. Perut aku udah di kocok dari awal sampai akhir oleh ketiga komika itu.

Lanjut… setelah itu ada Endank Soekamti yang menghibur penonton dengan lagu-lagu andalannya. Namun pada saat mereka sudah naik keatas panggung, situasi pun menjadi ricuh dan tak terkendali. Penonton yang langsung pada berdiri dan maju kedepan, tapi yang bikin gak enak adalah aksi dorong yang dilakukan oleh para fans Endank Soekamti. Setelah beberapa detik akhirnya aku menyadari bahwa para fans Endank Soekamti menerobos masuk ke tengah lapangan dengan membawa spanduk dan bendera mereka. Selain itu juga mereka menyebabkan aksi saling dorong diantara penonton.

Lalu dimana staf keamanan yang sejak awal sudah disiapkan???

Soalnya situasi ricuh itu berlangsung lama sampai sekitarĀ 10 menit, walaupung Endank Soekamti sudah memberitahukan kepada penonton untuk tenang dan duduk dengan rapih seperti awal acara. Namun tetap saja tidak ada tanda-tanda staf keamanan bergerak dan itu berlangsung hingga sekitar 20 menit.

Ditambah lagi pada saat itu alun-alun diguyur hujan yang lumayan lebat, semuanya makin menjadi tak terkendali. Hingga sampai Najwa Shihab memasuki panggung, para penonton yang berada didepan tidak mau duduk dan terjadilah aksi teriak diantara penonton yang ada dibelakang yang meminta penonton didepan untuk segera duduk namun mereka tak juga mau duduk.

Disini saya merasa malu dengan Tuan Rumah Mata Najwa. Kenapa? Karena tema pada saat itu adalah “Bagimu Negeri” tapi kenapa para penontonnya seperti itu?

Penonton lain yang memang datang untuk menyaksikan acara tersebut dengan nyaman sudah dibantai perasaannya habis-habisan dan memutuskan untuk pulang. Termasuk akuĀ yang pada saat itu melihat situasi yang tidak lagi kondusif akhirnya memutuskan untuk pulang saja, walaupun Mata Najwa baruĀ berlangsung sekitar 15 menit.

Sayang memang, karena aku sudah menunggu beberapa jam untuk bisa melihat penampilan Najwa Shihab. Tapi bagaimana lagi? Kondisi yang seperti itu bisa saja bertambah buruk sewaktu-waktu. Apalagi yang katanya Endank Soekamti akan menghibur penonton lagi. Disitu saya berfikir pasti akan kembali ricuh, sedangkan para fans mereka belum pulang dan menunggu di samping lapangan di depan gedung DPRD.

Ya, seperti itulah pengalaman aku dalam menghadiri Mata Najwa On Stage di Alun-alun Purwokerto. Semoga saja pihak penyelenggara bisa lebih baik lagi dalam menyelenggarakan acara dan pintar dalam memilih bintang tamu. Kenapa aku mengatakan begitu? karena lihat saja fans-fans para artis yang akan dijadikan bintang tamu, apakah fans mereka berpotensi untuk membuat kericuhan atau tidak.

Aku adalah orang yang selalu mengagumi Metro TV karena acara-acara mereka yang berbobot dan tidak terpengaruh oleh acara alay. Mereka bisa maju menjadi stasiun tv yang terdepan walaupun mereka berbeda. JadiĀ alangkah baiknya jika pengalaman yang ada di Purwokerto ini bisa menjadi bahan untuk bisa lebih baik kedepannya.

Curhat Malam [Kebun Raya Baturraden]

Hi…

Kebun Raya Baturraden baru aja dibuka nih, jadi curhatan malam ini adalah…..Kebun Raya Baturraden wkwk.

Sejak beberapa hari yang lalu dibuka untuk umum, saya pingin sekali menyambangi dan melihat keindahan dari Kebun Raya tersebut. Penasaran iya, tapi lumayan jauh juga sih tempatnya.

Netizen yang mengikuti berita pasti tahu kalau Kebun Raya Baturraden itu diresmikan oleh Ibu Megawati Soekarno Putri. Katanya tempat ini adalah tempat buat konservasi didaerah Purwokerto. Kalau mau kesana disaranin sih bawa jaket yang tebel ya, soalnya daerah gunung. Apalagi kalau udah sore atau pas hujan tuh.

Katanya sih buat bisa kesana harus naik mobil atau motor, tapi enakan pakai motor kali ya…hehe

Nanti kalau saya sudah bisa kesana, saya bakalan kumpas tuntas daerahnya. Mulai dari awal pintu masuk sampai seluruh daerah kebun raya nya deh pokoknya wkwkwk…

Oke sekian dulu curhat malam kali ini…Do’a in ya biar saya bisa cepat menjejakkan kaki disana dan bisa berbagi cerita sama kalian semua.

Festival Lampion Purwokerto

IMG_20151117_201133

2 hari yang laluĀ ketika saya sedang melewati taman kota Andhang Pangrenan, saya melihat pohon lampu banyak sekali dan lampion bentuk ikan. Saya berhenti sejenak untuk melihat ada apakah gerangan? Ternyata ditaman kota tersebut ada Festival Lampion!

Saya yang waktu sedang sendirian memutuskan untuk pulang karena rasanya tidak enak kalau masuk kesana sendirian dan lagipula nanti siapa yang foto saya ya? wkwkwk

Oke, akhirnya saya mengajak seorang teman dan besoknya saya pergi ke festival lampion tersebut. Untuk masuk ke kawasan taman kota, saya harus membayar Rp 2.500/orang, memang wajar kalau ada acara kita harus membayar untuk masuk kesana, tapi kalau sedang tidak ada acara, kita bisa masuk kesana gratis.

Lalu saya dan teman langsung berjalan menuju festival lampion karena memang itu tujuan kami. Pas saya lihat, ada satu hal yang menjadi pertanyaan didalam pikiran saya. Kenapa tempat festivalnya kecil ya?

Pihak penyelenggara rupanya tidak memakai taman kota secara maksimal, mereka cuma memakai kira-kira sekitar 100m x 50m saja mungkin, itu hanya perkiraan saya. Selain itu, ternyata kami harus membayar lagi untuk masuk ke daerah festival lampion tersebut sebesar Rp 10.000/orang.

IMG_20151117_202627

Menurut saya, harga segitu mahal untuk tempay festival yang sekecil itu. Kenapa saya bilang mahal? karena waktu itu saya masuk ke Taman Pelangi di Yogyakarta yang sangat luas dan didalam ada berbagai macam fasilitas, hanya perlu membayar Rp 10.000/orang saja. Sangat besar sekali perbedaannya dengan festival lampion di purwokerto.

Ya, saya agak kecewa saja dengan harga tiket masuknya dengan tempat yang seperti itu. Oke, saya mencoba untuk mengesampingkan harga tiket masuk. Saya mencoba melihat isinya dan disana sudah terpasang pohon lampu yang banyak secara bergerombol disalah satu bagiannya. Lalu di sisi lain ada lampion bentuk ikan, ayam, beruang, dan hewan lainnya.

Tak ketinggalan ada sebuah kastil yang berdiri di tengah-tengah tempat itu dan dilengkapi dengan red carpet yang digelar dari pintu lampion hingga depan kastil. Lagi-lagi, bagian kastil ini juga bikin saya kecewa, karena didalamnya kosong tidak ada apa-apa. Kalau saja didalamnya dipajang sesuatu seperti lampion cinderella yang dipajang diluar kastil mungkin sangat menarik sekali.

IMG_20151117_202642Terlepas dari itu semua, saya sangat menghargai pihak
penyelenggara yang ingin meramaikan kota Purwokerto. Tapi disini saya ingin memberikan sedikit saran:

  1. Mohon untuk tiket masuk bisa kurangi sedikit, karena mengingat masih banyak penduduk Purwokerto yang menengah kebawah, apalagi didaerah taman kota andhang pangrenan.
  2. Kalau bisa dimaksimalkan tempat festival nya. Jika memang ingin tetap dengan harga segitu, ya paling tidak dilebarkan lagi tempatnya.
  3. Untuk lebih menarik minat pengunjung, coba tatanan lampionnya diperbagus lagi.

Overall saya suka sama festival lampion ini, tapi yang saya lebih suka itu sama pohon lampunya. Romantis deh hehe [efek jones]. Untuk festival lampion ini saya kasih 3.5 bintang deh…

Bagi kalian yang tertarik untuk datang ke Festival Lampion di Andhang Pangrenan, kalian bisa langsung datang kesana. Jangan lupa datang bersama teman, pacar atau keluarga tercinta, ya!